Sobat Catatan Sudut Populer, Oke jumpa lagi di opini bursa calon presiden 2024 - 2029 mulai ramai Litbang Kompas dalam survei terakhir telah memotret tiga bakal calon presiden yang mendominasi survei mereka adalah Ganjar pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan 3 nama itu tak banyak berubah dari survei longitudinal yang dilakukan harian Kompas hanya urutannya yang mungkin bisa berubah-ubah dibandingkan dengan lembaga survei smrc dan catat poliga trend itu tidak banyak berubah dalam survei terakhir yang dilakukan 24 September 7 Oktober 2022.
Tampak belum ada capres yang mendominasi selisih suara antar tokoh masih sangat tipis Bahkan dalam margin of error suara Ganjar pranowo unggul 23.2% Gubernur Jawa Tengah ini dalam tren yang menanjak.
Prabowo Subianto punya elektabilitas 17,6% Prabowo berdasarkan survei Litbang Kompas dalam tren yang stagnant dan ada kecenderungan menurun sedang Anies Baswedan berada pada angka 16,5% selisihnya amat-amat tipis Bahkan dalam rentang margin of error namun Anis dalam trend yang juga meningkat elektabilitas capres boleh saja Kemudian tinggi namun politik di Indonesia dan hukum di Indonesia yang lebih berkuasa adalah pimpinan partai politik karena memang undang-undang dasar menyebutkan calon presiden hanya bisa diajukan oleh partai politik dan gabungan partai politik.
Ketiga calon itu baik Prabowo Subianto, Ganjar pranowo, maupun Anies Baswedan sudah sama-sama menyatakan kesiapannya jika ada amanah yang lebih besar untuk memimpin Indonesia namun justru permasalahannya adalah belum ada tiket yang aman 3 calon presiden itu untuk maju dalam pemilu presiden sebagai ketua umum partai Gerindra Prabowo Subianto memang sudah terlihat begitu mesra dan sudah mendeklarasikan bersama partai kebangkitan bangsa koalisi Gerindra dan PKB sudah memenuhi ambang batas pencalonan presiden bahkan yang belum adalah siapa sebetulnya akan menjadi capres maupun cawapres.
Deklarasi sudah dilakukan tapi belum ada kesepakatan siapa yang akan menjadi calon wakil presiden dari Prabowo Subianto memang kita harus menunggunya karena memang masih ada beberapa bulan lagi menuju pada Oktober 2023 sudah mendeklarasikan maju sebagai calon presiden dari Partai Nasdem bahkan Partai Nasdem jelas sudah mengumumkan dan menilaikan Anies sebagai calon presiden problemnya adalah Demokrat tidak bisa sendirian untuk maju atau mengusulkan calon presiden ia harus bisa komunikasi dengan partai politik lain yang lebih intens adalah partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, namun permasalahannya adalah koalisi itu juga belum menemukan sebetulnya siapa sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan.
Anis sendiri telah diberi mandat oleh Surya Paloh untuk memilih sendiri Siapa calon wakil presiden yang cocok dengan Anis Demokrat mengusulkan Agus Hardi Murti Yudhoyono dan PKS mengusulkan Ahmad heriawan Nah inilah yang masih harus kita tunggu sebetulnya siapa yang akan mendampingi Anis jika memang koalisi ini tidak berubah justru nasib Ganjar pranowo inilah yang belum terlalu jelas sebelum ada sinyal meskipun elektabilitas yang cukup tinggi tetapi siapa yang akan mengusung Ganjar pranowo masih belum jelas. Ketika Ganjar menyatakan siap jika diberi amanat tapi justru mendapatkan teguran lisan dari PDIP.
PDIP adalah satu-satunya partai yang sebetulnya bisa mengusung calon presidennya sendiri namun siapa yang akan diusulkan oleh PDIP masih disimpan rapat-rapat oleh ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bisa saja Kemudian Ibu Mega mengusulkan Puan, bisa saja Kemudian mengusulkan Ganjar pranowo, meskipun elektabilitas Puan jauh di bawah elektrifikasi Ganjar koalisi yang dibangun Koalisi Indonesia bersatu yang terdiri dari Golkar, P3, dan Pan juga belum memutuskan Siapa calon presiden dan Siapa calon wakil presiden namun secara sporadis nama Ganjar mulai disebut-sebut dalam pertemuan-pertemuan di dalam P3. Tapi juga ada suara lain P3 juga mengusulkan mengingkari Anis Baswedan inilah yang kemudian kita harus bersabar terlepas dari siapa yang bakal menjadi cawapres sosok cawapres tentunya harus bisa ikut mendongkrak elektabilitas dari capresnya dia juga harus mempunyai chemistry yang sama sehingga tidak muncul matahari kembar tapi yang juga cukup penting selain mendongkrak elektabilitas adalah cawapres itu akan mengusung dana, membawa dana karena Pilpres 2024 akan membawa dan memakan dana yang cukup besar.
Namun ada kepentingan yang perlu dipertimbangkan dalam pengusungan Capres dan cawapres adalah pemilu legislatif karena sangat mungkin terjadi ketika partai politik mengusung calon presiden yang tidak disukai oleh akar rumput oleh konstituannya ini bisa berpengaruh pada pemilu legislatif dari partai itu sendiri tapi yang juga harus menjadi perhatian bersama selain sebuah pertarungan sebuah kontestasi politik menjadi Pemilu 2024 capres dan cawapres dulu juga memikirkan narasi-narasi besar yang bakal terjadi ada beberapa faktor yang pertama adalah dunia pasca pandemi covid-19, yang kedua adanya ketidakpastian Global, karena perang dari Ukraina dan Rusia yang tidak kunjung berakhir yang ini bisa berdampak pada variabel yang ketiga atau faktor yang ketiga adalah Resesi ekonomi yang berkepanjangan.
Disitulah akan muncul isu-isu yang berkaitan dengan keadilan sosial, keadilan ekonomi dan juga kesenjangan sosial, dan kesenjangan ekonomi isu kesinambungan dan perubahan juga isu-isu yang harus diberikan atensi oleh calon presiden selain problem-problem kehancuran ekologi yang sering terjadi di Indonesia juga harus dijawab oleh calon-calon Presiden.
Itu perlu agar upaya-upaya untuk mempersempit kesenjangan sosial dan pemberantasan korupsi menjadi isu-isu yang memang perlu menjadi perhatian yang juga paling penting adalah bagaimana setelah kontestasi Pemilu presiden ini kemudian Pemilu pemilu presiden, pemilu legislatif, itu bisa menjadi sarana untuk integrasi bangsa setelah kemudian kompetisi selesai kemudian mereka bisa menyatukan semua modal-modal yang ada untuk membawa Indonesia menuju cita-cita kemerdekaan.
Reviewed by Garlan
on
Desember 04, 2022
Rating:

Tidak ada komentar: