recent posts

Presiden Jokowi Bicara Optimisme Hadapi Resesi Global - BNI Investor Daily Summit

Optimisme Hadapi Resesi Global

Dengan situasi yang ada sekarang ini negara manapun dapat terlempar dengan cepat keluar jalur dengan sangat mudahnya apabila tidak hati-hati dan tidak waspada baik dalam pengelolaan moneter maupun pengelolaan fiskal.

Apalagi setelah perang Rusia dan Ukraina kita tahu pertumbuhan ekonomi di tahun 2023 yang sebelumnya diperkirakan tiga persen terakhir sudah diperkirakan jatuh di angka 2,2% inilah yang sering disampaikan yang kita miliki Indonesia pertumbuhan ekonomi di Kuartal kedua kita termasuk yang terbaik di dunia 5,44% inflasi juga masih terkendali setelah kenaikan BBM kita masih di angka dibawah 6 5,9 ini juga tetap harus kita syukuri karena kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain sekarang ini di Argentina sudah 83,5% dengan kenaikan suku bunga sudah 3700.

Basis Point kita inflasi 5,9 dengan perubahan suku bunga kita di 75 artinya moneter Kita Masih pada posisi yang bisa kita kendalikan karena apa yang saya lihat yang saya lihat di dalam keseharian antara Bank Sentral kita Bi dan kementerian keuangan ini berjalan beriringan berjalannya rukun tidak saling tumpang tindih ini yang saya lihat komunikasinya baik sehingga fiskal dan moneter itu bisa berjalan bersama-sama kemudian untuk meningkatkan terus meningkatkan daya beli meningkatkan konsumsi masyarakat pemerintah juga memberikan bantuan sosial baik berupa kompensasi dan subsidi ini besarnya luar biasa 52,6 triliun

Ini angka yang gede sekali tetapi ya inilah karena kita ingin konsumsi tetap konsumsi masyarakat tetap terjaga daya beli masyarakat tetap terjaga ya bayarannya ini 52 triliun kemudian yang kedua kita sekarang ini memang bekerja tidak hanya makro saja tidak bisa tapi juga tidak cukup harus lebih tajam lagi detail sehingga penyelesaiannya betul-betul satu persatu saya berikan contoh misalnya inflasi nggak ada negara yang melakukan.

Kewenangan dari Bank Indonesia tetapi dalam praktek kriya kita juga langsung masuk ke sumbernya yaitu apa kenaikan barang dan jasa dengan apa saya sudah mengumpulkan Bupati walikota dan Gubernur dua kali untuk urusan inflasi ini dan akan terus kita lakukan kita evaluasi setiap 2 minggu kita berikan kewenangan daerah untuk menggunakan dana transfer umum 2% dan juga belanja tidak terduga.

Setelah kita hitung-hitung juga biayanya biaya yang sangat murah ongkos berapa sih dari Brebes ke Lampung saya cek satu truk tiga juta lima ratus ada apbdnya dan nggak mungkin kan setiap hari kita beli bawang merah kecil-kecil seperti ini harus kita urus telur naik misalnya di Jabodetabek sumber telur ada di mana sih yang banyak di Blitar ongkos angkot dari Blitar ke Jabodetabek ditutup oleh Pemda sehingga harga itu adalah harga betul-betul harga peternak harga petani nggak ada cari negara yang kerja kayak kita detail itu pengendaliannya pasti makro oleh bank sentral ini kenapa perkiraan kenaikan inflasi karena penyesuaian BBM kemarin dihitung 6,8 jatuhnya di 5,9 karena pemda-pemda sudah mulai bergerak ke sana.

Saya cek cek secara sampling sudah bergerak kemudian yang ketiga juga yang berkaitan dengan penggunaan produk dalam negeri nggak pernah kita urus itu APBN itu belinya barang impor atau barang kita sendiri sih Pemda itu belinya barang impor atau barang kita sendiri produk dalam negeri BUMN Apakah beli produk impor atau produk dalam negeri setelah kita urus kok yang banyak beli barang impor ini uang APBN APBD yang kita kumpulkan dari pajak dari royalti dari pihak ekspor dari penerimaan negara bukan pajak bersusah payah kita kumpulkan terkumpul kemudian kita belanjakan belanjanya produk-produk import bener sama sekali tidak benar inilah yang sekarang kita Arahkan juga dan sudah sekarang kita pakai komitmen Kementerian

Komitmennya, Kementerian komit berapa triliun Pemda berapa triliun berapa trim komitmen-komitmen terkumpul 950 triliun komitmen untuk beli produk dalam negeri memang realisasinya baru untuk BUMN baru 72% Kemudian untuk APBN dan APBD memang masih kecil masih 44% dari angka yang tadi saya sampaikan 900 50 triliun Tetapi kalau ini nanti terealisasi 100% akan kelihatan sekali UKM kita kok harus menaikkan kapasitas produksinya produk-produk yang kita buat kok menaikkan karena ada permintaan dari pemerintah sebesar 950 triliun itu ini kalau nggak lihat secara tidak kelihatan barang-barang seperti ini.

Padahal 950 triliun yang ketiga pentingnya kolaborasi UKM pengusaha menengah dan pengusaha besar ini penting sekali selalu saya ulang-ulang harus bekerja sama harus kompak bangun Indonesia in corporated semuanya bergerak syukur bisa masuk ke pasar-pasar Global kalau ini kuat betul kita bisa bersatu kita kompak seperti saat kita menangani pandemi dari patah sampai ke tingkat daerah dan RT semuanya bergerak ini akan cepat menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi kemudian yang keempat yang sudah juga sering saya sampaikan mengenai hilirisasi industri yang sudah kita mulai saya sampaikan investasi terbuka tetapi kalau masuk ke sebuah daerah harus bekerja sama dengan pengusaha lokal baik yang dari Jakarta maupun yang asing bekerja sama dengan pengusaha lokal diajak mereka lompatannya dan dilirisasi ini

Saya berikan contoh bolak-balik urusan nikel saat kita masih export dalam bentuk bahan mentah setahun itu nilainya hanya kira-kira 15 triliun setelah masuk ke industrialisasi ke hilirsasi menjadi 20,9 ini sudah diangkat 360 triliun dari 15 triliun melompat menjadi 360 triliun itu baru satu komoditi baru satu barang kita memiliki yang namanya nikel memiliki bauksit memiliki tembaga memiliki timah memiliki aspal aspal apalagi dua minggu yang lalu depositnya ada 662 juta ton

Saya kalau udah ke lapangan Itu angka-angka apa semua 662 juta ton aspal dulunya pernah diolah di Buton tetapi stop saya nggak tahu karena katanya aspal impor lebih murah sehingga yang terjadi 95% aspal kita ini aspal impor pada punya deposit di Buton 662 juta Ton Ini bener saya di lapangan saya sampaikan dua tahun lagi saya Beri waktu stop yang namanya impor aspal harus di semuanya disuplai dari Pulau Buton Ini kesempatan Bapak Ibu semuanya kalau ingin investasi segera bangun industri aspal di Buton pasarnya jelas ada di dalam negeri dan sebagian bisa diekspor kebutuhan kita terakhir informasi yang saya terima 5 juta ton kalau 5 juta ton per tahun.

Artinya kita masih memiliki 120 tahun untuk mengelola yang namanya aspal Buton ini menjadi kunci Kita maju atau melompat atau tidak ada di situ sehingga juga bolak-balik terus saya sampaikan setelah NICA stop setelah 2 tahun lagi Asphalt stop timah stop tembaga karena pajak pihak ekspor royalti deviden semuanya akan masuk ke dalam negeri tidak yang menikmati orang luar kita Freeport misalnya setelah kita ambil 51% saya kelapangan saya suruh ngitung berapa sih pendapatan negara yang dihasilkan dari Freeport yang dulunya kita hanya dapat deviden karena memang saham kita hanya 9% setelah kita ambil alih 51% kita dapat pajak deviden royalti ya export penerimaan negara bukan pajak saya suruh ngitung berapa jumlahnya 70% dari pendapatan yang ada di Freeport artinya negara betul dapat betul kalau ini konsisten kita lakukan apa yang sering kita dengar ketidakpastian yang tadi saya ceritakan kemudian pagi tadi saya mendapatkan informasi dari pertemuan di Washington DC 20 negara 28 negara 28 negara Sudah antri di markasnya IMF menjadi pasien ini yang sekali lagi kita tetap harus menjaga optimisme tetapi yang lebih penting hati-hati dan waspada. saya tutup terima kasih 

Presiden Jokowi Bicara Optimisme Hadapi Resesi Global - BNI Investor Daily Summit Presiden Jokowi Bicara Optimisme Hadapi Resesi Global - BNI Investor Daily Summit Reviewed by Garlan on Desember 02, 2022 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.